Selasa, 21 Desember 2010

Macam-macam Perilaku Tercela

1.      Hasud
Hasud atau dengki adalah rasa sikap tidak senang terhadap kerahmatan (kenikmatan) yang diperoleh orang lain, dan berusaha untuk menghilangkannya atau mencelakakan orang lain tersebut.

Kerugian atau bahaya yang ditimbulkan oleh sifat hasud antara lain :
·         Dapat merusak iman orang yang hasud
·         Dapat menimbulkan kerugian atau bencana, baik pendengki maupun orang yang didengki.
·         Dapat merusak mental (hati) pendengki itu sendiri, sehingga kehidupannya merasa gelisah dan tidak memperoleh ketentraman.

2.      Riya
Riya adalah memperlihatkan suati ibadah dan amal shaleh kepada orang lain bukan karena Allah SWT, tetapi karena sesuatu selain Allah SWT.

3.      Aniaya
Aniaya adalah sifat tercela yang dibenci Allah SWT dan dibenci manusia serta termasuk perbuatan dosa yang dapat menjatuhkan martabat diri pelakunya dan merugikan orang lain.

Contoh Sifat-sifat Aniaya :
·         Aniaya kepada Allah SWT : tidak mau menjalankan perintah-Nya yang wajib, dan meninggalkan larangan Allah SWT yang haram.
·         Aniaya terhadap sesama manusia : gibah, fitnah, mencuri, pembunuhan, penyiksaan.
·         Aniaya terhadap binatang : menelantarkan, memanah dan menyembelih hewan dengan senjata tumpul.
·         Aniaya terhadap diri sendiri : membiarkan diri sendiri dalam keadaan bodoh, miskin karena malas, menyiksa diri sendiri dan bunuh diri.

4.      Diskriminasi
Diskriminasi adalah perbuatan zalim yang tercela karena akan mendatangkan kerugian kepada orang yang diperlakukan diskriminatif.

Harga (Price)

Ø  Ø  Tujuan Penetapan Harga :
1.      Mendapatkan laba maksimum
2.      Mendapatkan pengembalian investasi yang ditargetkan/pengembalian pada penjualan bersih
3.      Mencegah/mengurangi persaingan
4.      Mempertahankan/memperbaiki market share (sasaran pasar)

Ø  Prosedur Penentuan Harga
1.      Merestimasikan permintaan untuk barang tersebut
2.      Mengetahui lebih dulu reaksi dalam perorangan
3.      Menentukan market share yang dapat diharapkan
4.      Memilih strategi harga untuk mencapai target pasar
5.      Mempertimbangkan politik pemasaran pemahaman

Ø  Moto Dasar Penentuan Harga
1.      Harga yang didasarkan pada biaya
2.      Analisa
3.      Penetapan harga dalam hubungannya dengan pasar

Ø  Harga Yang Didasarkan Pada Biaya
1.      Cost plus pricing method
2.      Mark up pricing method

Ø  Jenis-jenis Biaya
1.      Biaya Tetap         : Biaya yang jumlahnya tetap untuk jangka pendek
2.     Biaya Variabel   : Biaya yang berubah-ubah disebabkan oleh adanya                                     perubahan jumlah hasil
3.     Biaya Total    : Biaya yang keseluruhan meliputi biaya tetap dan biaya                             variabel
4.     Biaya Marginal  : Biaya untuk memproduksi dan menjumlah tambahan satu unit produk terakhir

Senin, 20 Desember 2010

Pemanfaatan Media Massa dalam kehidupan sehari-hari

Media massa, baik cetak maupun elektronik sesungguhnya merpakan alat yang sangat ampuh untuk mempengaruhi atau mengubah opini publik. Melalui media massa, terutama media elektronik, segala informasi tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Segala peristiwa yang terjadi du dunia dalam waktu singkat dapat kita ketahui. Kemajuan teknologi informasi global telah membawa kita pada kemudahan akses informasi. Sebagai pengguna media massa, kita bertanggung jawab menjadikan media massa semakin berdaya dan mendidik, bukan sebaliknya.
Ø  
Pemanfaatan media massa dalam kehidupan sehari-hari :
1.      Media massa harus dimanfaatkan sebagai pembuka ruang pembicaraan sistem politik untuk mendebatkan berbagai masalah kemasyarakatan.
2.      Media massa harud dimanfaatkan sebagai pencerah pengetahuan masyarakat.
3.      Media massa harus digunakan untuk melindungi hak rakyat.
4.      Media massa dapat digunakan untuk memberdayakan ekonomi nasional.
5.      Media massa adalah salah satu sarana hiburan bagi pengguna media.

Bidang Spesialisasi Akuntansi

Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat mengakibatkan masalah-masalah yang dihadapi manajemen semakin komplek sehingga bidang-bidang tetentu perlu penanganan khusus. Sehubungan dengan kepentingan tersebut timbul kekhususan pada bidang kegiatan akuntansi, antara lain :
1.      Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Transaksi keuangan yang sudah terjadi yang menyangkut perubahan aktiva, kewajiban dan ekuitas perusahaan.

2.      Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Transaksi keuangan yang berhubungan dengan biaya, terutama biaya-biaya yang berhubungan dengan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi.

3.      Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Bidang akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data historis dan data taksiran.

4.      Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan kegiatan pemeriksaan terhadap catatan hasil kegiatan akuntansi keuangan.

5.      Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan penentuan obyek pajak yang menjadi tanggungan perusahaan serta perhitungannya.

6.      Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
Bidang akuntansi yang behubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data operasi keuangan yang sudah terjadi serta taksiran kemungkinan yang akan terjadi, untuk kepentingan penetapan rencana operasi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

7.      Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)
Bidang akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan masalah pemeriksaan keuangan negara.

8.      Akuntansi kemasyarakatan (Social Accounting)
Bidang akuntansi yang berhubungan dengan pengukuran biaya hidup dan keuntungan yang dapat dipertimbangkan dari saat sekarang.

Minggu, 19 Desember 2010

KEBUTUHAN DAN KELANGKAAN BARANG DAN JASA

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kebutuhan manusia ternyata terus berkembang. Makin banyak jumlah, ragam, dan variasinya. Kebutuhan manusai ternyata tidak terbatas. Sementara barang dan jasa yang tersedia jumlahnya terbatas.
Ø  Jenis-Jenis Kebutuhan :
a)      Jenis kebutuhan menurut tingkat intensitas penggunaannya
1.      Kebutuhan Primer, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia dapat mempertahankan hidupnya.
2.      Kebutuhan Sekunder, yaitu kebutuhan setelah manusia dapat memenuhi kebutuhan primer.
3.      Kebutuhan Tersier, yaitu kebutuhn yang apabila seseorang belum merasa cukup meskipun dia telah memenuhi kebutuhan primer dan sekundernya.

b)      Jenis kebutuhan menurut sifat
1.      Kebutuhan Jasmani, yaitu kebutuhan yang berhubungan  dengan jasmani.
2.      Kebutuhan Rohani, yaitu kebutuhan yang bersifat kejiwaan.

c)      Jenis kebutuhan menurut subjek yang membutuhkan
1.      Kebutuhan Individual, yaitu kebutuhan yang nenunjuk pada kebutuhan tiap-tiap orang yang berbeda-beda.
2.      Kebutuhan Umum, yaitu berhubungan dengan penggunaan barang dan jasa oleh banyak orang.

d)     Jenis kebutuhan menurut waktu
1.      Kebutuhan Sekarang, yaitu kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi saat ini.
2.      Kebutuhan yang akan datang, yaitu kebutuhan yang sifatnya tidak mendesak dan dapat ditunda sampai dengan waktu yang telah ditentukan.

Ø  Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kebutuhan :
a.       Peradaban
b.      Lingkungan
c.       Adat-istiadat
d.      Agama


            Kelangkaan adalah kondisi di mana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan kebutuhan kita.
Ø  Akibat Kelangkaan :
1.      Keterbatasan jumlah benda pemuas kebutuhan yang ada di alam
2.      Kerusakan sumber daya alam akibat ulah manusia
3.      Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah sumber daya yang ada
4.      Peningkatan kebutuhan manusia yang lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan penyediaan sarana kebutuhan.

MEMBIASAKAN DIRI BERPERILAKU HUSNUZAN

Husnuzan artinya berbaik sangka. Husnuzan termasuk akhlak terpuji karena akan mendatangkan manfaat.

Contoh perilaku husnuzan :
1)      Husnuzan terhadap Allah SWT
·         Syukur
·         Ibadah
·         Dzikir
·         Berdoa
·         Tawadu
·         Tawakal
2)      Husnuzan terhadap Diri Sendiri
·         Percaya Diri
·         Gigih
·         Sabar
·         Tawadu
3)      Husnuzan terhadap Sesama Manusia
·         Saling mengormati
·         Berbuat baik tehadap sesama
·         Generasi tua menyayangi generasi muda
·         Saling tolong-menolong dalam kebajikan

Setiap Muslim/Muslimah, hendaknya membiasakan diri untuk berperilaku husnuzan baik terhadap Allah SWT, terhadap diri sendiri maupun terhadap sesama manusia.
            Seorang Muslim/Muslimah yang berperilaku husnuzan terhadap Allah SWT, tentu akan senantiasa bertakwa kepada-Nya, di mana pun dan kapan pun dia berada. Ia akan selalu bersyukur pada Allah SWT bila berada dalam situasi yang menyenangkan dan akan senantiasa bersabar bila berada dalam keadaan yang menyusahkan.
            Seorang Muslim/Muslimah yang berperilaku husnuzan terhadap dirinya sendiri tentu akan membiasakan diri dengan bersikap dan berperilaku terpuji yang bermanfaat bagi dirinya, seperti percaya diri, gigih, dan banyak berinisiatif yang positif.
            Demikian juga, setiap Muslim/Muslimah hendaknya membiasakan diri untuk berperilaku husnuzan terhadap sesama manusia, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara.
            Insya allah, jika setiap Muslim/Muslimah dan setiap anggota masyarakat, telah membiasakan diri untuk berperilaku husnuzan dalam kehidupan sehari-hari, mereka kelak akan memperoleh kebaikan-kebaikan yang banyak.

Minggu, 14 November 2010

Akuntansi dan Laporan Keuangan


Nama : Riska Andriana
Kelas : 1EB05
NPM : 26210029
http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5415772183337380570

Akuntansi & Laporan Keuangan

Akuntansi berkaitan dengan Laporan keuangan, yaiu catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.
Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

Perbedaan Pelaporan dan Laporan Keuangan
Haruslah dibedakan antara pengertian Pelaporan keuangan (Inggris: financial reporting) dan laporan keuangan (Inggris: financial reports). Pelaporan Keuangan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan peyampaian informasi keuangan. Aspek-aspek tersebut antara lain lembaga yang terlibat (misalnya penyusunan standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal, organisasi profesi, dan entitas pelapor), peraturan yang berlaku termasuk PABU (prinsip akuntansi berterima umum atau generally accepted accounting principles/GAAP). Laporan keuangan hanyalah salah satu medium dalam penyampaian informasi. Bahkan seharusnya harus dibedakan pula antara statemen (Inggris: statement) dan laporan (Inggris: report).

Pemakai Laporan Keuangan
Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Meyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan. Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai.
Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :
  • Dapat Dipahami
  • Relevan
  • Keandalan
  • Dapat diperbandingkan